penghasil uang

Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Maret 2009

Senam Kegel Khusus Perempuan Menopause, Sanggup Jaga Keharmonisan


Mau tidak mau, semua perempuan pasti akan mengalami masa menopause. Siapa pun dia dan seberapa keras usaha penolakannya, momen itu menghampiri juga. Banyak masalah yang biasanya timbul menjelang atau saat hal tersebut datang. 

Salah satu yang paling sering dibicarakan adalah mulai terganggunya aktivitas intim suami istri. Hal tersebut terjadi karena perempuan menopause mengalami sejumlah perubahan yang membuat mereka jadi susah menikmati hubungan pribadi itu.

Untuk mengurangi keluhan tersebut, para perempuan usia jelang menopause atau yang sudah memasuki fase itu bisa berlatih senam kegel khusus. Senam tersebut sangat bagus untuk dilakukan, terutama demi meningkatkan gairah berhubungan intim. "Sebab, senam itu memang melatih otot-otot rahim atau kewanitaan kita," terang Vonny Sari, pelatih body lane dan sex exercise di Mentari Sport Center. 

Menurut Vonny, bertambahnya usia tidak dapat dicegah. Tetapi, penuaan bisa diperlambat. Melalui senam itu, proses memperlambat penuaan dapat dilaksanakan. Sebab, gerakan-gerakan dalam senam tersebut bisa mengencangkan kulit warga evergreen. "Peredaran darah yang lancar membuat wajah makin terlihat segar," terangnya.

Tidak hanya itu, dengan senam kegel khusus perempuan menopause yang dilakukan minimal seminggu dua kali, sex appeal mereka makin terpancar. Kekencangan bagian pantat dan dada juga terjaga. Sebab, banyak gerakan yang fokus pada dua bagian tubuh itu. "Sering dilatih, makanya jadi tetap kencang," ucap ibu tiga anak tersebut. 

Menurut Vonny, untuk mendapatkan hasil maksimal, para perempuan tidak boleh malas berlatih secara rutin. "Senam itu sangat mudah diikuti, sekalipun oleh ibu-ibu yang berada di rumah (tidak di tempat senam, Red)," ujar dia. 

Cukup berbekal matras sebagai alas, para perempuan sudah dapat melakukannya. Tidak dibutuhkan alat lain. Gerakannya terfokus pada otot-otot kewanitaan dan bagaimana menjaga tubuh tetap kencang. "Cantik tidak harus mahal. Dengan senam kegel di rumah, para perempuan menopause bisa mendapatkan itu," paparnya. 

Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan senam tersebut tidak terlalu lama. Untuk melakukan gerakan komplet, mulai pemanasan, inti, hingga pendinginan, hanya dibutuhkan waktu 45 menit. "Yang paling penting, senam khusus perempuan menopause itu dapat membangkitkan gairah untuk tetap berhubungan intim," tegas Vonny. 

Dengan rutin berlatih senam, dijamin para perempuan berusia lanjut tetap bersemangat melakukan aktivitas intim suami istri. Para suami juga begitu. Penampilan istri yang masih menarik membuat mereka tak malas berhubungan. "Keharmonisan rumah tangga juga jadi terjaga," imbuh dia.

Untuk mendapatkan hasil maksimal, para perempuan menopause harus mengimbangi latihan dengan pola makan dan hidup sehat. Tidak perlu mengonsumsi makanan mahal untuk menjaga kesehatan. Cukup konsumsi makanan bergizi empat sehat lima sempurna. (may/ayi) 

Gerakan Satu 

Gerakan pemanasan ini dapat dilakukan dengan menarik kedua tangan ke atas setinggi mungkin dengan posisi kaki rapat. Setelah itu, kedua tangan ditarik ke samping badan kanan dan kiri hingga otot-otot terasa tertarik. Masing-masing gerakan dilakukan sebanyak satu kali delapan hitungan. 

Gerakan Dua 

Buka kedua kaki selebar bahu, ujung kaki mengarah ke depan. Putar pinggul ke kanan dan kiri. Lakukan sebanyak empat kali delapan hitungan.

Gerakan Tiga 

Release (mengencangkan otot-otot vagina dan rahim serta pantat, kemudian tekan). Tarik kaki kanan ke belakang, kaki kiri ke depan, dengan telapak kaki sebagai tumpuan badan dan kaki kiri agak ditekuk. Tumit diangkat, kedua tangan lurus ke depan, busungkan dada kemudian, release depan belakang. Saat release ke depan buang napas.

Gerakan Empat 

Kedua lutut ditekuk, kaki tertutup rapat. Bawa kedua tangan ke samping dan ayunkan ke belakang hingga dada membusung. Ayunkan kembali kedua tangan ke depan, ikuti dengan gerakan relesae.

Gerakan Lima 

Ambil posisi tidur telentang, tangan tarik ke atas kepala dan kedua kaki ditekuk. Angkat pinggul sambil release/contraction serta ayun-atuk kecil. Lakukan satu kali delapan hitungan. 

Gerakan Enam 

Posisi tetap tidur dan kedua lutut ditekuk, angkat kaki kanan setinggi lutut yang ditekuk sambil ayun-ayun kecil. Fungsinya, supaya tulang sendi padat. Lakukan sebanyak satu kali delapan hitungan. 

Gerakan Tujuh 

Posisi tetap tidur, kaki lurus, angkat kedua tangan yang mengepal sambil ditekuk ke atas dada sambil release. Gerakan ini berfungsi mengencangkan otot-otot dada sekaligus otot rahim. Untuk mendapat hasil maksimal, lakukan dua kali delapan hitungan. 

Gerakan Delapan 

Posisi tidur. Tekuk lutut kaki, angkat tangan ke atas kepala, tarik ke depan dengan mengepal. Tarik punggung untuk mengencangkan otot perut. Dapat dilakukan sebanyak satu kali delapan hitungan. 

Gerakan Sembilan 

Ambil posisi duduk, kedua kaki dibuka lebar, angkat tangan kanan dan kiri secara bergantian ke samping, tarik semaksimal mungkin. Fungsinya, melatih otot punggung dan membakar lemak di bawah ketiak. Gerakan dapat dilakukan dua kali delapan hitungan.

Gerakan Sepuluh 

Untuk gerakan pendinginan, tekuk kedua kaki lalu, tempelkan ke dada, kemudian luruskan. Lakukan sebanyak dua kali delapan hitungan.



Rabu, 11 Februari 2009

Badan Sehat, Hati Hangat


Sehat itu mahal. Sudah ribuan kali kan mendengar kata-kata tersebut? Tapi, coba dipikir lagi, ternyata yang lebih mahal adalah sakit. Oksigen yang kita hirup bebas aja, kalau ditaruh tabung trus dijual, harganya bisa mencapai ratusan ribu rupiah. Buat siapa? Buat si sakit.

Makanya, kesehatan harus dijaga dengan benar. Salah satu caranya adalah rajin berolahraga. Selain badan sehat, olahraga bikin hati menghangat. Maksudnya, hubungan keluarga makin erat (37,6 persen), olahraga jadi asyik karena ramai (30,1 persen), dan tambah semangat (11,4 persen).

Tak seperrti keluarga Dursley di Harry Potter yang hanya mengenal olahraga mulut, keluarga responDet paling suka joging (49,05 persen). Lainnya adalah berenang (19,01 persen) atau badminton (12,55 persen). 

Seperti yang biasa dilakukan Nabila Jovita dan mamanya. Cewek yang bersekolah di SMPN 12 tersebut tiap Minggu pagi rutin joging bersama mama. Selain menyehatkan badan, buat Jovita, lari pagi menyehatkan hati. "Soalnya, Mama kan di hari biasa kerja, sedangkan aku dan adik-adikku sekolah. Jadi, Minggu pagi, sambil joging, kami bisa curhat," cerita Nabila.

Untuk sang papa, olahraga bareng cuma bisa dilakukan dua minggu sekali. Soalnya, papa Nabila bekerja di Banjar, pulangnya dua minggu sekali. Selain joging, kalau papanya pulang, Nabila diajak berenang. "Asyik banget kalau sudah kumpul. Bisa dibilang, olahraga mempererat hubungan, meski kami jarang ketemu," ujarnya.

Setali tiga uang dengan Nadia Hanna Fairuzi yang bersekolah di SMA Muhammadiyah 2. Berkat olahraga, keluarganya harmonis selalu. Setiap Minggu pagi, keluarga Nadia nggak pernah tidur-tiduran di rumah. "Ada aja acara olahraga bareng. Papa sih pencinta olahraga banget. Kami jadi ketularan," celotehnya.

Biasanya, Nadia sekeluarga pergi ke taman-taman kota di Surabaya. Sesampai di sana, mereka lari-lari kecil sambil senam. Yang bikin seru, mereka ke sana bukan naik kendaraan bermotor. "Kami naik sepeda rame-rame. Karen kan, meski jauh, rasanya happy," cuapnya.

Kebetulan, papa Nadia adalah anggota pencinta sepeda yang tergabung dalam komunitas Bike to Work. "Jadi rame banget kalau sudah ketemu teman-teman Papa yang lain bareng keluarganya juga," ujarnya. Biasanya, acara itu diakhiri dengan sarapan bareng. Menu favoritnya adalah sate kelapa.

Selain olahraga, menjalin hubungan keluarga yang harmonis, keluarga Nadia punya satu kegiatan lagi yang nggak pernah dilewatkan. "Yup! Narsis time! Kami nggak lupa bawa kamera buat foto-foto. Seru banget deh pokoknya," serunya bangga.

Olahraga bareng keluarga nggak harus dilakukan hari Minggu. Buktinya, Heru Tri Cahyono dan ayahnya berolahraga bareng tiap Sabtu sore. Pelajar SMAN 16 tersebut punya jadwal khusus. "Diselang-seling. Sabtu ini renang, Sabtu depan badminton," ujarnya. 

Menurut dia, olahraga bareng Papa bikin lebih semangat lantaran Papa juga berjiwa muda. Mama dan adik Heru jarang ikut. Kalaupun ikut, kebanyakan mereka jadi penonton setia. "Mama sama adik seringnya malah duduk nonton kami main, he he," lanjutnya. Kadang Heru juga mengajak saudara untuk gabungan biar tambah seru. "Makin ramai makin seru, olahraga jadi terasa ringan," kata cowok yang bertinggi badan 174 sentimeter itu.